Facebook Twitter Gplus RSS
 
 
Home » Uncategorized » Habitat Orangutan Tergusur Pertambangan dan Perkebunan
formats

Habitat Orangutan Tergusur Pertambangan dan Perkebunan

Pontianak, Borneoclimatechange.org–Hutan kabupaten terbesar di Kalbar laris terjual untuk pertambangan dan perkebunan. Hal ini disampaikan komandan SPORC David. “Hutan Ketapang memang habis gara-gara perizinan,” katanya saat menjadi pembicara dalam seminar Refleksi Penegakan Hukum Tumbuhan Satwa Liar Dilindungi di Pontianak, Kamis (22/12).

Menurut aktivis lingkungan dari Yayasan Palung Tito P Indrawan, pemberian 147 izin pertambangan bauksit dan 86 izin perkebunan kelapa sawit yang sudah keluar cukup berbahaya bagi populasi Orangutan.

Orangutan sudah ditetapkan sebagai hewan yang berstatus perlindungan genting (Endangered). Populasi orangutan di kawasan ini sudah semakin berkurang. Konversi kawasan hutan, penebangan hutan dan pertambangan menjadi masalah serius bagi populasi hewan yang termasuk appendix I ini.

Menurut David inilah masalah yang dihadapi di lapangan. “Saya juga bingung. Takutnya ke depan akan ada konflik manusia dengan satwa,” katanya.

Tapi ada juga perusahaan yang membagi izin lahan yang dikelolanya untuk konservasi seperti PT. Laman Mining yang menyedikan lahan konservasi seluas 6.387 Ha dari 17.986,9 Ha dari lahan konsesinya dan PT. CUS yang mengalokasikan empat ribu hektar lahannya untuk konservasi (Sri Pujiani).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© lpsair.org
credit